ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
![]() |
| APAKAH AKAN ADA PERMAINAN? KPUD DKI HADIRI RAPAT TERTUTUP TIMSES AHOK.. |
Tim sukses Calon Gubernur
dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor
urut dua Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful
Hidayat terus merapatkan barisan meracik strategi untuk memenangkan putaran
kedua Pilgub DKI Jakarta. Empat petinggi partai politik pengusung dan pendukung
Basuki-Djarot berkumpul di Novotel, Gajah Mada, Jakarta Pusat, Kamis (9/3).
Basuki
Tjahaka Purnama atau akrab disapa Ahok juga
hadir. Selain itu tampak pula Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua
Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan DPP Partai Golongan Karya
Yorrys Raweyai, Ketua DPD Hanura DKI Jakarta Mohamad Sangaji alias Ongen,
Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia I (Jawa dan Sumatera)
DPP Partai Golkar Nusron Wahid, Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Prasetio Edi dan
Wakil Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Bambang Waluyo dan beberapa tokoh
partai lain. Pertemuan digelar tertutup.
Hasto
tidak menjabarkan secara jelas mengenai strategi tengah dibicarakan untuk
memenangkan pasangan Ahok-Djarot. Namun, dia memastikan telah ada formulasi
tepat agar dapat mengalahkan pesaing mereka, Anies Baswedan- Sandiaga Uno.
"Kami
sudah tetapkan dan kami jabarkan sih tiap kota, kecamatan hingga kelurahan. Itu
komitmen untuk dimenangkan dengan strategi tepat antar tim pemenangan,"
kata Hasto.
Namun
ada yang berbeda dan menimbulkan tanda tanya dari rapat internal timses Ahok
kali ini. Yaitu kehadiran sosok Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno yang juga ikut
rapat internal tim Ahok-Djarot. Dia tampak kaget saat mengetahui banyak
wartawan yang menunggu jalannya rapat internal timses pasangan nomor urut dua
ini. Tentu saja Sumarno diburu wartawan. Namun dia tidak memberikan penjelasan
mengenai kehadirannya dalam rapat tersebut. Dia hanya mengaku mendapatkan
undangan dari pasangan calon petahana sehingga hadir. "KPUD
diundang," singkat Sumarno.
Dengan
muka yang kaget saat dikerubungi wartawan, Sumarno menampik kedatangannya
sebagai penyelenggara pemilu dapat menimbulkan persepsi keberpihakan pada
pasangan calon nomor urut dua. Dia berdalih, kedatangannya tersebut sekadar
untuk diskusi. "Diskusi saja. Persiapan putaran kedua," katanya.
Ternyata
bukan hanya Sumarno yang hadir di tempat itu. Tak lama setelah tiba di ball
room hotel sekitar 15.35 WIB, Sumarno menyapa Ketua Badan Pengawas Pemilu
(Bawaslu) DKI Jakarta Mimah Susanti yang ternyata telah lebih dulu berada di
lokasi. "Enggak tahu, saya hanya diundang. Ini ada Bu Mimah Ketua
Bawaslu," ujarnya.
Timses
Ahok langsung memberikan klarifikasi atas kehadiran Sumarno dalam rapat
tertutup internal mereka. Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Prasetio Edi
Marsudi mengatakan, undangan tersebut tidak hanya ditujukan kepada KPU DKI
Jakarta saja, tetapi juga Bawaslu DKI Jakarta. Tujuannya untuk membahas adanya
warga ibukota yang tidak bisa memilih pada putaran pertama Pilkada DKI 2017.
"Ya
kita pengen tahu juga dong, kenapa orang bisa enggak dapat c6. Ada c6 yang
enggak pakai KTP bisa masuk. Itu kan aturan semua," kata Prasetio.
Tidak
hanya Prasetio Edi, Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia I
(Jawa dan Sumatera) DPP Partai Golkar Nusron Wahid juga ikut memberi
klarifikasi. Sumarno diundang untuk berdialog terkait aturan pelaksanaan
putaran dua Pilgub DKI Jakarta.
"Diundang
untuk memberikan penjelasan dan aturan main babak kedua apa, supaya kita tahu
batas-batas yang melanggar mana, batas-batas yang tidak melanggar mana,"
kata Nusron.
Dia
berdalih, dalam pemilu masih banyak aturan yang belum dijelaskan secara rinci
oleh pihak penyelenggara Pilkada. Salah satunya, pemberian sembako ke warga
masuk dalam politik uang atau tidak.
"Di
pemilu ini kan banyak wilayah yang abu-abu, nah yang abu-abu kita mau minta
penjelasan apakah bagi sembako di saat seperti ini misal bagian dari money
politic atau tidak, kan bisa minta penjelasan," ujarnya.
"Apakah
bakti sosial itu bagian money politik atau tidak. Daripada pro kontra nanti,
tekanan medsos dan macam-macam, sehingga nanti berubah lagi sikapnya,"
timpal dia.
Dia
menegaskan, pertemuan hanya untuk memastikan pelanggaran-pelanggaran yang
diatur oleh penyelenggara Pilkada. Dia juga tidak khawatir dengan tanggapan
pihak-pihak tertentu terkait pertemuan tertutup tersebut.
"Enggak,
pasti bersangkutan (KPU dan Bawaslu) juga diundang paslon satu lagi untuk
memberikan penjelasan, biasa itu mah. KPU juga diundang sama Golkar kok seperti
memberikan penjelasan pembagian dan perubahan dapil dan sebagainya, misalnya,
biasa itu mah," tegas Nusron.
Ahok
juga ikut angkat bicara terkait kehadiran Sumarno dan Mimah Susanti.
Menurutnya, kehadiran keduanya sekadar untuk memberi pengarahan. Arahan yang
dimaksud adalah menyamakan persepsi terkait aturan dan pelanggaran-pelanggaran
di putaran dua Pilgub DKI nanti.
"Supaya
sama. Kita mesti samakan persepsi dong. Contoh KPU kalau orang datang sampai
jam 1 udah daftar boleh milih enggak? Boleh. Jadi TPS itu bukan ditutup,
perhitungan suara itu jam 1, bukan," kata Ahok.
Mantan
Bupati Belitung Timur ini juga menjelaskan, KPU juga memastikan bakal mengakomodir
warga Jakarta untuk menggunakan hak pilihnya.
"Terus
contoh, kalau di situ suara melonjak, salah itung, orang yang mau milih begitu
banyak. Suaranya habis pendaftar sebelum jam 1, KPU boleh enggak minjam dari
TPS yang lain, boleh," timpal Ahok.
Mantan
Bupati Belitung Timur ini pun mengklaim dalam pertemuan timnya juga akan
menyamakan persepsi terkait aturan waktu bagi pemilih. Dia berharap, tidak ada
lagi warga yang kehilangan hak suaranya di putaran dua nanti.
"Nah
nanti kita mau samakan persepsi KPU dan Bawaslu. Dimana ada sejarahnya jam 1
enggak boleh milih. Dia udah datang kita menghilangkan hak pilih orang lucu
aja," tutup Ahok

0 Response to "APAKAH AKAN ADA PERMAINAN? KPUD DKI HADIRI RAPAT TERTUTUP TIMSES AHOK.."
Posting Komentar