ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
![]() |
Imam besar Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq
Shihab, turut memberikan ceramahnya dalam peringatan Surat Perintah 11 Maret
(Supersemar) ke-51 dan haul Presiden ke-2 RI, Soeharto. Acara itu digelar di
Masjid At-Tin Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (11/3).
Dalam ceramahnya itu, ia mengingatkan kepada ribuan
jemaah untuk tidak memilih pemimpin kafir. Menurutnya, larangan memilih
pemimpin nonmuslim tertera di dalam kitab suci Alquran, bukan semata untuk
mempolitisasi salah satu pasangan calon Gubernur DKI Jakarta.
“Allah perintahkan pemimpin muslim yang beriman ya
saudara-saudara. Allah larang kita pilih pemimpin kafir, ya jangan kita pilih
dong. Saya bicara di sini tak bicara politik, saya bukan politisi. Larangan
memilih pemimpin kafir itu tertulis di Alquran. Kalau kita takwa jangan
sekali-kali kita lawan perintah Allah. Kok katanya politisasi? Yeee, gagal
paham. Tahu namanya gagal paham?” ujarnya.
Rizieq menuturkan, memilih pemimpin muslim tidak
melanggar konstitusi. Pasalnya, dasar negara yang dimiliki Indonesia adalah
Pancasila dengan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusional.
Perbuatan yang bertentangan dengan nilai ketuhanan-- yang dianut setiap warga
negara, yaitu Tuhan Yang Maha Esa tidak boleh dilegitimasi.
“Memilih pemimpin Islam itu apa melanggar konstitusi?
Dasar negara ini adalah Pancasila dan landasan konstitusionalnya UUD 1945. Saya
mau tanya, Tuhan Yang Maha Esa itu siapa?”
Serentak ribuan jemaah menjawab pertanyaan tersebut
dan menyerukan nama Tuhannya, “ALLAH!!!”
“Komunisme, marxisme, liberalisme, leninisme, itu
bertentangan semua dengan nilai-nilai ketuhanan Yang Maha Esa. Enggak boleh
dilegitimasi, dilegalisasi di Indonesia,” ujar Rizieq.
Rizieq menjelaskan, masyarakat Jakarta harus bertakwa
kepada Allah dengan memilih pemimpin muslim jika ingin kotanya selalu
diberkahi.
“Kalau malam ini Rizieq dibunuh, karena bela agama
Islam Alquran, besok ada ribuan ulama kiai yang akan perjuangkan agama ini.
Kalau ada pemuda seperti itu, Demi Allah akan muncul pemuda-pemuda lain yang
siap berjihad. Siap berjuang? Bela Islam? Bela negara, bela Alquran, NKRI?”
kata Rizieq. Jemaah pun berseru kompak “Siap!!!”.
Rizieq bersikeras seluruh ucapannya kali ini tidak
akan mengarah kepada dugaan makar atau pun kriminalisasi. Menurutnya, hal itu
justru akan terlihat seperti menyerang Islam.
“Kita umat Islam enggak ada yang anti-NKRI,
antibineka, dan melakukan makar. Karena itu dibilang kriminalisasi. Setop itu
semua, sebab umat Islam cinta kepada NKRI, Pancasila dan UUD 1945. Kalau umat
Islam terus dizalimi, jangan salahkan mereka akan lakukan perlawanan, jangan
sekali-sekali menyerang Islam,” ujarnya.

0 Response to "ALLAHU AKBAR !!!! HABIB RIZIEQ : "KALAU UMAT ISLAM TERUS DIZALIMI, JANGAN SALAHKAN MEREKA AKAN LAKUKAN PERLAWANAN, JANGAN SEKALI-SEKALI MENYERANG ISLAM""
Posting Komentar